Selasa, 01 Februari 2011

Seni Berkomunikasi


alt
Sebagian besar dari kita sering menghadapi situasi dimana kita merasa sulit untuk berkomunikasi. Meningkatkan teknik komunikasi anda, dan dapat berbicara dengan nyaman kepada orang-orang adalah sangat penting. Simak tips-tips berikut untuk menjadi komunikator yang lebih baik.
Langkah 1: Gunakan pertanyaan terbuka
Agar percakapan dapat mengalir lancar, penting untuk mengajukan pertanyaan terbuka, yang seringkali diawali dengan kata-kata 'bagaimana', 'ketika', 'mengapa', dll.Contoh pertanyaan terbuka seperti berikut ini: "Apa saja yang anda lakukan di waktu senggang?"
Ini benar-benar akan membuat percakapan mengalir. Cobalah untuk menghindari mengajukan pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang dijawab dengan kata “ya” atau “tidak”, seperti: "Apakah anda suka menonton film?" Pertanyaan tertutup cenderung membunuh percakapan.
Langkah 2: Dengarkan dengan aktif
Orang berbicara 100 hingga 175 kata per menit, tetapi dapat menyimak kata-kata sampai dengan 300 kata per menit. Karena hanya sebagian dari pikiran kita yang menyimak pembicaraan, pikiran kita dengan mudah melayang, berpikir tentang hal-hal lain sambil mendengarkan seseorang. Solusinya adalah mendengarkan secara aktif – yaitu menyimak pembicaraan untuk tujuan tertentu. Mungkin untuk memperoleh informasi, memperoleh petunjuk, memahami orang lain, memecahkan persoalan, berbagi kegemaran, memahami bagaimana perasaan orang lain, menunjukkan dukungan, dll. Sangat penting juga memberikan umpan balik untuk menunjukkan pada diri sendiri dan orang lain bahwa anda mengerti apa yang mereka katakan. Lakukan ini dengan merangkum dan mengulangi apa yang anda dengar.
Langkah 3: Buatlah 'kepompong'
Jika anda merasa kesulitan untuk berkonsentrasi pada apa yang seseorang katakan, cobalah untuk membayangkan sebuah "kepompong" di sekitar anda dan orang yang anda dengarkan. Bayangkan bahwa kepompong tersebut memblokir semua gangguan luar, sehingga anda benar-benar dapat berfokus pada apa yang mereka katakan. Cobalah mengulangi kata-kata mereka dalam hati, sebagaimana seperti apa yang mereka katakan - ini akan memperkuat pesan mereka dan membantu anda mengontrol pikiran anda.
Langkah 4: Terikatlah dengan orang yang berkomunikasi dengan anda
Ketika seseorang sedang mencoba untuk mendapatkan perhatian anda, atau mencoba mengajak anda berbicara, jangan mengacuhkan mereka, atau menjawab sambil lalu. Sebaliknya, berbalik dan hadapi mereka, terlibatlah secara aktif dengan mereka. Komunikasi yang baik adalah ketika anda benar-benar terlibat. Saat anda berbicara dengan seseorang, amatilah bahasa tubuh dan nada suara anda. Ingatlah untuk menggunakan isyarat tubuh yang kuat, tataplah matanya dan tersenyum ketika anda berbicara, kecuali anda sedang berkeluh kesah tentang sesuatu.
Langkah 5: Asumsi
Jangan anggap Anda tahu pikiran orang lain dan perasaan-perasaan mereka. Belajarlah untuk mengidentifikasi ketika anda sedang melakukan hal ini. Ini biasanya terjadi ketika fakta-fakta tidak mendukung keyakinan anda, jadi selalu bertanya apa yang mereka maksudkan ketika mereka mengatakan sesuatu yang tidak anda pahami.
Langkah 6: Kalimat Antagonis
Jika Anda perlu berbicara dengan seseorang tentang topik yang sulit, hindari penggunaan kalimat-kalimat seperti, ”Anda seharusnya mengetahui saya lebih baik", "Mengapa anda mencoba untuk mengecewakan saya?", "Anda tak pernah mengerti saya", "saya pikir kita akan bersenang-senang?". Ini adalah kalimat antagonistik, dan tidak produktif dilihat dari sudut manapun dan hanya akan menimbulkan konflik.

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords