Kamis, 03 Februari 2011
Tidur Tak Teratur,Tingkatkan Resiko Kematian Dini
Published :
01.32
Sebuah penelitian menunjukkan, lebih dari satu juta orang diseluruh dunia mengalami kematian dini terkait tidur yang tidak teratur. (Corbis)
Menurut sebuah penelitian, waktu tidur yang tidak mencukupi dapat mengakibatkan masalah hidup dan mati.
Sejumlah ilmuwan mengungkapkan bahwa tidur kurang dari enam jam pada malam hari dapat meningkatkan resiko kematian dini, sementara tidur lebih dari sembilan jam juga dapat beresiko mengurangi usia.
Setelah menganalisa data dari 16 penelitian, yang melibatkan lebih dari 1,5 juta peserta, para peneliti menemukan bukti akurat, kaitan langsung antara tidur kurang dari enam jam pada malam hari dan kematian dini.
Orang yang kurang tidur secara terus menerus, 12 persen kemungkinannya mati selama periode 25 tahun atau kurang dibandingkan dengan mereka yang tidur sesuai dengan yang dianjurkan antara enam hingga delapan jam sehari.
Sebuah asosiasi juga mensurvei hubungan antara tidur lebih dari sembilan jam terkait dengan kematian dini.
Prof. Francesco Cappucio, kepala program Kesehatan dan Sosial Masyarakat pada Universitas Warwick mengatakan, "Sementara ini, kekurangan tidur kemungkinan merupakan penyebab terjadinya gangguan kesehatan, dan tidur terlalu lama diyakini merupakan indikator memburuknya kesehatan."
"Masyarakat modern telah melihat rata-rata pengurangan tidur pada setiap orang, dan pola ini umumnya terjadi di kalangan pekerja full-time, yang kemungkinan dilakukan akibat adanya tekanan dan jam kerja yang berlebihan."
"Di sisi lain, memburuknya status kesehatan kita seringkali disertai perpanjangan waktu tidur kita."
Riset ini, dilaporkan dalam jurnal Sleep, yang dikaji 16 penelitian prospektif dari Inggris, Amerika Serikat, Eropa dan Asia - yang secara bersamaan memonitor lebih dari 1,3 juta orang usia di atas 25 tahun.
Secara keseluruhan, lebih dari 100.000 kematian tercatat selama periode observasi.
Pooling data bersama dengan cara ini, dikenal sebagai meta-analisis, yang dapat mengindikasikan pola dan kecenderungan tidak jelas dalam penelitian secara individu.
Prof. Cappucio, yang bekerja sama dengan rekan-rekannya dari Federico II Universitas Medical School, Naples, Italia, menambahkan, "Tidur secara konsisten selama enam hingga delapan jam per-malam kemungkinan akan dapat mengoptimalkan kesehatan.
Sumber : http://erabaru.net
Softdrink Ditarik dari Mesin Penjual Minuman
Published :
01.04

San Francisco secara resmi menarik keluar minuman manis dari mesin penjual minuman kaleng milik kota, dan menggantikannya dengan susu kedelai, susu beras, dan soda diet tertentu.
Walikota Gavin Newsom telah mengeluarkan perintah ini beberapa bulan lalu, namun baru diberlakukan pada pekan ini, lapor San Francisco Chronicle.
Minuman soda, isotonik, minuman perasa buatan, dan jus dengan pemanis tambahan tidak akan ditemukan pada mesin minuman tersebut. Minuman jus harus 100 persen asli buah atau sayuran.
Larangan minuman manis adalah bagian dari perang Walikota terhadap obesitas, dan untuk meningkatkan kesehatan warga di San Francisco, juga mengikuti langkah yang telah diambil oleh Ibu Negara AS, Michelle Obama.
Kantor walikota mengutip sebuah laporan UCLA yang mengatakan bahwa obesitas terjadi pada lebih dari 27 persen orang yang minum setidaknya satu kaleng soda per hari.
“Ada hubungan langsung antara apa yang dikonsumsi, diminum, obesitas dan krisis perawatan kesehatan di negara ini,” kata juru bicara Walikota Tony Winnicker kepada Chronicle.
Hal ini mungkin terdengar sebagai langkah yang cerdas, namun seorang ahli gizi mengatakan mengganti soda dengan minuman lain seperti jus atau susu akan sedikit memecahkan masalah mendasar bagi orang yang minum terlalu banyak kalori.
“Dengan mengganti soda dengan susu kedelai, atau susu, atau jus, Anda malah akan memberikan lebih banyak kalsium dan nutrisi pada orang lain,” kata Irma Ishkanian, perawatan gizi kritis UC San Francisco, pada San Francisco Weekly.
“Tapi bagi penderita obesitas, jika Anda memiliki dua kaleng atau botol jus, Anda masih memiliki banyak kalori. Ini sungguh tidak dapat mengatasi obesitas.
Sumber : http://erabaru.net
Langganan:
Postingan (Atom)