Selasa, 01 Februari 2011

Bukti Planet Baru dan Bintangnya



Sebuah planet dengan massa sekitar delapan kali massa Jupiter telah dikonfirmasi mengorbit bintang mirip Matahari kita dengan jarak sekitar 300 kali jarak Bumi ke Matahari.

Konfirmasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa planet ini merupakan planet terkecil yang mengorbit bintangnya pada jarak yang sangat jauh.
Penemuan yang pertama kali diumumkan pada September 2008 lalu ini berkat pemakaian teknologi adaptive optic resolusi tinggi yang diusung oleh Gemini Observatory. Hasil terkini dari penelitian yang dipimpin oleh David Lafrenière dari University of Montreal Department of Physics dan seorang peneliti lain di Center for Research in Astrophysics of Quebec, telah dipublikasikan pada jurnal Astrophysical.
Sistem planet yang telah lama dicurigai ini membutuhkan pengamatan lebih lanjut sebelum benar-benar dikonfirmasi sebagai suatu planet dan bintangnya yang bergerak di luar angkasa secara bersama. “Kembali di tahun 2008, apa yang telah pasti kami ketahui adalah bahwa di sana, terdapat sebuah planet yang masih muda di samping sebuah bintang seperti Matahari yang juga masih muda,” jelas Lafrenière. Kedekatan yang cukup ekstrim antara kedua obyek ini memperkuat dugaan bahwa keduanya saling terkait dan bukannya sejajar karena kebetulan.
“Pengamatan yang kami lakukan menghilangkan dugaan “sejajar karena kebetulan”, dan akhirnya membenarkan bahwa planet serta bintangnya memang terkait satu sama lain,” tambah Lafrenière.
Dengan melalui deteksi awal yang dilakukan oleh tim dengan memakai instrumen pada Gemini Observatory pada April 2008, obyek ini kemudian menjelma menjadi planet pertama yang diketahui mengorbit bintang mirip Matahari yang diungkap langsung memakai pencitraan secara langsung. Pada saat yang bersamaan dengan penemuan itu, anggota tim juga mengambil data spektrum planet dan mampu menentukan karakteristiknya, yang juga telah dikonfirmasi melalui penelitian baru ini.
“Ditinjau kembali, data spektrum yang kita dapat memang membenarkan adanya exoplanet tersebut,” tambah Lafrenière, seraya menunjukkan citra planet yang menunjukkan adanya uap air, gas karbon monoksida, dan molekul hydrogen di atmosfer planet tersebut.
David Lafrenière, bersama dengan René Doyon dan Christian Marois, menerima penghargaan the 2009 NSERC John C. Polanyi Award atas keberhasilannya menjadi yang pertama memotret sistem planet lain jauh di luar Tata Surya kita.

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords