Selasa, 01 Februari 2011

Fenomena Alam



Setiap mahluk hidup mempunyai lingkungan masing-masing untuk bertahan hidup, lingkungan tersebut bisa kecil dan bisa juga besar. Setiap mahluk hidup demi dapat hidup selalu mempertahankan hidupnya, demi mempertahankan hidupnya selalu berjuang,  setiap mahluk hidup mempunyai misteri yang tidak dapat dipecahkan. Singkat kata dapat dikatakan dalam kehidupan ini ada sesuatu benda yang belum diketahui, sesuatu yang tidak dapat diraba tidak terlihat, padahal secara obyektif eksis; fenomena yang meskipun dapat juga terefleksi dalam ruang fisik kita ini, yang nyata-nyata terwujud, malah tidak berani disentuh, dianggap sebagai fenomena yang tidak jelas.

Didalam kehidupan ini kekurangan yang paling besar adalah, dimana jika ada sebuah benda/hal  yang belum pernah diakui oleh para ilmuwan, akan diabaikan akan dianggap sebagai fenomena alam, dan tidak mempercayainya.
Keaadaan demikian akan seperti katak dalam tempurung, orang buta meraba gajah.
Hari ini saya akan menceritakan sebuah cerita.
I
Seekor semut bertanya pada ayahnya yang merupakan raja semut di pinggir hutan: “Papa, di dunia ini ada manusia tidak? Adakah manusia yang serba pintar dan superkah?
Raja semut yang tinggal di pinggir hutan ini belum pernah melihat manusia, lalu ia berkata: “Jangan mendengarkan perkataan ngawur orang lain, mana ada manusia, siapa yang pernah lihat?”. Sang raja semut yang sudah hidup lebih dari 1000 hari yang sudah melewati 3 kali musim dingin menjawab pertanyaan anaknya.
“Engkau selalu menanyakan pertanyaan yang aneh-aneh, saya katakan kepadamu, menurut rumor yang disebuat manusia sebenarnya adalah beruang besar, saya pernah ketemu dengannya, badannya sangat besar, kulitnya sangat tebal, tenaganya juga sangat besar sebuah bukit bisa dipindahnya.
Dia tinggal di gua yang besar dan dalam, pada suatu saat, ketika saya bermain di bukit, dengan sekali memukul dia mengelindingkan bukit itu jatuh kedalam jurang, pada saat itu saya hampir dimakan olehnya, untung nasib saya lagi mujur, sehingga bisa terlepas dari marabahaya tersebut, dengan sekuat tenaga saya berlari keluar dari sana.” Raja semut dengan bercerita dengan asyik pengalamannya kepada anaknya.
“Sudahlah, cepat pergi kerja, hari sudah mau hujan, cepat sedikit sediakan lebih banyak persediaan makanan, cepat perintahkan kepada mereka menggotong masuk lalat yang sudah mati itu, coba korek lebih dalam lagi lubang itu, dan jagalah pintu dengan baik.” Raja semut berpesan kepada anaknya.
II.
Ada sebuah keluarga petani yang sangat sederhana.
Matahari sudah tenggelam, burung-burung dan ayam sudah pulang ke kandang masing-masing, keluarga ini sedang duduk makan malam.
“Papa, dialam semesta ini apakah ada dewa? Adakah dewa yang maha pintar dan bijaksana?” Tungtung yang baru duduk di SD kelas 2 bertanya dengan polos kepada papanya.
“Mana ada dewa? Siapa yang berkata ada dewa? Jangan mendengarkan pembicaraan ngawur orang lain, Cepat makan nasimu,” Papanya menjawab dengan cuek “yang disebut dewa adalah khayalan manusia, manusia menjelaskan fenomena alam yang tidak dapat dijelaskan ini sebagai perbuatan para dewa, semua ini adalah kebohongan besar.”
“Pohon buah yang saya tanam musim semi yang lalu di pinggir hutan, di akar pohon itu ada sarang semut, besok jika engkau sempat ambil seember air siramkan di sarang itu, jika tidak pohon itu lama kelamaan akan mati.” Papanya berpesan kepada anaknya.
III
Apa yang dikatakan kepala keluarga ini dengan tidak sengaja terdengar oleh anjing peliharaan mereka. Keesokan harinya, anjing ini menyampaikan perkataan majikannya kepada itik, berpesan agar segera memberitahu para semut di sarang agar lekas pergi sebelum dimusnahkan. Itik yang senang gosip ini menyampaikannya kepada seekor lebah. Lebah ini biasanya sangat akrab dengan para semut, akhirnya menyampaikan kabar bahaya ini kepada raja semut, tetapi raja semut mendengar perkataannya hanya dengan tersenyum berkata “terima kasih” lalu dengan sibuk melanjutkan pekerjaannya.
Perkataan antara lebah dan raja semut terdengar oleh semut kecil, semut kecil dengan tergesa-gesa bertanya kepada raja semut apa yang harus dilakukan?,
Raja semut dengan tidak sabaran memarahi anaknya “Engkau ini memang sungguh polos, mudah mempercayai perkataan orang lain, bukankah sudah saya katakan sebelumnya? Mana ada manusia didunia ini? Diluar dibagian barat rumah kita sekarang sedang banyak beras, cepat pergi merebutnya, kalau tidak nanti kehabisan direbut oleh semut-semut yang lain. Dan masih ada lagi, korek lobang yang lebih dalam lagi, anggota kita semakin banyak.”
Semut kecil setelah dimarahi oleh raja semut, hanya bisa menundukkan kepala pergi ke prajurit-prajurit semut menyampaikan pesan rajanya, ketika sedang mengangkat beras, dia menceritakan kabar yang disampaikan oleh lebah kepada teman-temannya sesama pasukan semut pekerja.
Teman-temannya menjadi panik, akhirnya mereka bersepakat, walaupun kabar yang disampaikan oleh lebah itu tidak semuanya benar, tetapi tidak bisa diabaikan begitu saja, untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu lebih baik mereka pergi menghindar saja, pergi mencari tempat yang lebih aman, akhirnya mereka sepakat ketika sedang memindah beras mereka diam-diam kabur dari sana.
Setelah mendapat berita kaburnya prajurit-prajurit semut raja semut sangat marah memerintahkan prajuritnya :”Siapa yang melihat mereka segera lapor kepada saya? Saya akan memberi pelajaran kepada mereka.”
IV
Setelah beberapa hari berlalu, sama dengan kejadian yang lalu mereka sekeluarga duduk di meja makan sedang makan malam, anaknya dari tas sekolahnya mengeluarkan selembar selebaran, sambil menyerahkan kepada papanya dia berkata: ”Sarang semut yang berada dibawah pohon buah di pinggir hutan sudah saya siram hari ini dan semua semut yang ada disana sudah mati tenggelam.”
“Hari  ini di jalan saya memungut sepotong kertas selebaran ada beberapa patah kata yang saya tidak dapat membaca, papa tolong baca dan jelaskan kepada saya.”
Papanya dengan diam-diam menyambut kertas selebaran yang sedang disodorkan anaknya, setelah membaca  selebaran ini lalu meletakannya dimeja, dengan diam-diam melanjutkan makan malamnya, anaknya bertanya kepadanya juga tidak dijawab olehnya.
Mamanya yang duduk disebelahnya mengambil selebaran itu dan membacanya dengan serius, lalu berkata kepada  anaknya, “Disini dikatakan pada abad yang lalu manusia dimusnahkan oleh air bah, cerita tentang Nabi Nuh yang membuat perahu adalah cerita yang benar-benar terjadi. 
Ahli purbakala Amerika telah menemukan perahu yang dibuat Nabi Nuh disebuah pegunungan.”
“Disini juga dikatakan, menyuruh manusia selalu ingat kepada Sejati, Baik dan Sabar, karena Sejati, Baik dan Sabar adalah hukum alam semesta, kebaikan adalah watak dasar manusia yang sebenarnya, harus selalu ingat kepada Sejati, Baik dan Sabar maka  akan memperoleh masa depan yang cerah.”
“Mama, saya akan selalu ingat kepada Sejati, Baik dan Sabar, apakah saya pasti bisa mempunyai masa depan yang cerah?.”
“Pasti bisa anakku, orang baik pasti akan selamat seumur hidupnya.

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords