Rabu, 02 Februari 2011

Otak Besar Tak Menjamin Kecerdasan Tinggi


alt
Meski memiliki otak yang kecil, lebah madu memiliki kemampuan menghitung, mengelompokkan obyek serupa dan membedakan antara bentuk simetris dan asimetris. (THE EPOCH TIMES)

Ukuran otak bervariasi pada setiap mahkluk hidup. Berat otak seekor ikan paus mencapai 10 kilogram (dengan lebih dari 200 milyar urat syaraf), otak manusia memiliki ukuran yang berbeda pada kisaran antara 1,4 - 1,6 kilogram (dengan perkiraan 85 milyar urat syaraf), sedang berat otak seekor lebah madu hanya 0,000035 ons (dengan jumlah urat syaraf kurang dari satu juta)

Bagaimanapun juga, para ahli biologi menyatakan bahwa meski serangga memiliki otak yang kecil, namun tingkat kecerdasannya bisa setara dengan binatang lain yang jauh lebih besar.
"Kami setuju bahwa ukuran tubuh adalah satu-satunya cara terbaik untuk memprediksi ukuran otak hewan," ungkap Lars Chittka, seorang profesor dari University of London dalam tulisannya di Current Biology. Akan tetapi, tidak seperti pandangan masyarakat pada umumnya, kita tidak sependapat bahwa ukuran otak menentukan kapasitas perilaku kecerdasan mereka. Hewan dengan otak yang lebih besar tidak selalu lebih cerdas.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa serangga mampu berperilaku cerdas yang awalnya ilmuwan mengira hanya mampu dilakukan oleh hewan  yang  lebih  besar.  Misalnya, lebah madu mampu menghitung, membedakan obyek yang serupa, serta memisahkan bentuk simetris dan asimetris.
Pola yang dihasilkan oleh komputer memberi gambaran bahwa kesadaran bisa dihasilkan dengan adanya kontak syaraf yang sangat kecil, dimana secara teori memang sesuai dengan otak serangga. Seekor hewan mampu menghitung dengan beberapa ratus urat syaraf dan menghasilkan kesadaran hanya dengan beberapa ribu urat syaraf saja, papar Chittka.
Penelitian telah menunjukkan bahwa hewan mungkin membutuhkan otak yang lebih besar hanya karena otak diperlukan untuk mengendalikan lebih banyak hal. Contohnya, mereka memerlukan syaraf yang lebih besar untuk menggerakkan otot yang lebih besar. Semakin besar ukuran otak memungkinkannya untuk dapat berfungsi dengan lebih detail, dengan resolusi yang lebih baik, sensitivitas lebih tinggi, atau ketepatan yang lebih akurat.
"Dengan otak yang lebih besar kami seringkali tidak menemukan tingkat kerumitan yang lebih tinggi, hanya ada pengulangan tiada henti dari kontak syaraf. Yang berbeda hanyalah kemampuan tambahan untuk mengingat gambar atau suara, tetapi tidak menambahkan tingkat kerumitan yang lain. Dengan memakai analogi komputer, otak yang lebih besar mungkin serupa dengan hard drive yang lebih besar, tetapi prosesornya tidak selalu lebih baik," kata Chittka.

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords