Jumat, 20 Juli 2012

Steve Wozniak Berani Buka-bukaan di Internet


Pendiri Apple, Steve Wozniak memberikan kartu namanya kepada pembawa acara, Farhan sebelum seminar "Innovation& Creativity" mulai di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 18 Juli 2012. Kartu nama Wozniak membuka berbagai detail data personalnya. Menurut Wozniak, kontak itu langsung terhubung dengannya. Dia juga tidak masalah dengan keterbukaan datanya di internet.

Keterbukaan Wozniak ini menjadi bagian dari filosofi hidupnya. Pencipta komputer Apple I ini menilai hidup itu seharusnya simpel. Kebahagiaan menjadi bagian penting dari kehidupan. Menurut alumnus Universitas California, Berkeley, AS ini, kejujuran menjadi bagian paling penting.

"Kejujuran itu puncak kehidupan. Berdasarkan filosofi kejujuran ini, saya selalu mengatakan apa yang saya kerjakan, siapa saya, dan lokasi keberadaan saya. Saya juga selalu bisa dihubungi," ujar pria yang mengaku senang check-in di layanan berbasis lokasi, Foursquare ini.

Filosofi keterbukaan ini ada di internet. Ketika internet ada, Wozniak tidak segan memasang kamera di ruang kerjanya. Ini agar orang bisa mengetahui ketika dia sedang bekerja dan melihat kondisi kantornya 24 jam.

Menurutnya, orang juga tidak perlu takut dengan internet dan khawatir bertransaksi online. Banyak yang takut pencurian data kartu kredit. Tentu saja, memang ada masalah. Tapi, masyarakat berpadu untuk keterbukaan data ini berlandaskan kepercayaan.

Wozniak senantiasa mengabarkan kegiatannya di Twitter dan Facebook. Dia senantiasa mengaktifkan jalur komunikasi online agar teman dan istrinya bisa mengontaknya kapan saja.

"Teman saya banyak di Facebook. Mereka dari berbagai negara di dunia," ujar Wozniak.

Keterbukaan data internet ini tidak menimbulkan masalah pelik dalam kehidupan Wozniak. Problemanya terbilang sepele, hanya e-mail "sampah" yang menawarkan produk dan jasa.

Keterbukaan Wozniak ini mengundang banyak e-mail dikirimkan kepadanya, baik ke akun e-mail maupun melalui Facebook. Dia berusaha untuk menjawab pertanyaan yang dilayangkan. Bahkan, dia bercanda aktivitas mengelola e-mail ini sering mengganggu tidurnya.

"Kadang saya menghabiskan waktu seharian di internet, kadang hanya beberapa jam. Ini sangat mengonsumsi waktu Anda. Tapi, saya tidak merasa itu masalah," ujarnya.

Filosofi keterbukaan ini sudah diterapkannya sejak bekerja di Apple.

"Ketika saya bekerja di Apple sebagai teknisi, saya menolak menghubungkan kontak dengan sekretaris saya. Telepon langsung mengarah ke kantor saya. Ini bagian dari filosofi keterbukaan saya. Orang bisa langsung menghubungi saya," tutur pria yang kini sedang mengembangkan chip pendukung komputasi awan.

Keterbukaan ini juga harus digunakan dalam memahami interaksi internet.    

"Kita akan menjadi bagian dari dunia yang lebih besar," ujarnya.


VIVAnews

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords