Sabtu, 07 April 2012

Bangkai Kapal Hanyut dari Jepang ke Kanada




Bangkai kapal korban tsunami terbawa arus dari Jepang hingga ke perairan Kanada di Amerika Utara. Kapal ini akan menjadi sampah bencana pertama dari total perkiraan 1,5 juta ton puing-puing tsunami yang sampai ke benua Amerika.

Dilansir Reuters, Rabu 28 Maret 2012, sampah tersebut adalah perkakas rumah tangga di beberapa kota pesisir timur Jepang yang tersapu tsunami tahun lalu. Di antara yang kini tersebar di lautan adalah lemari es, mesin cuci, televisi, atap rumah, dan jala ikan.

Badan Kelautan dan Atmosfir Amerika Serikat (NOAA) mengatakan sampah-sampah itu tengah menuju Samudera Pasifik dan segera mencapai daratan, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yaitu tahun 2013. "Karena angin kencang, benda-benda itu akan sampai daratan lebih cepat dari perkiraan," kata Nancy Wallace, direktur NOAA urusan sampah laut.

Bangkai kapal pencari ikan dari Jepang pertama kali terlacak pada 20 Maret lalu oleh Departemen Transportasi Kanada di 150 mil laut selatan pulau Queen Charlotte. Kapal tak berpenumpang ini dikatakan berbahaya bagi pelayaran.

Tapi, pemerintah Kanada belum melakukan tindakan apapun untuk menghentikannya. Penjaga pantai mengatakan, baru akan bertindak jika ada bocoran bahan bakar dari kapal tersebut.

Bangkai kapal ini diperkirakan akan menjadi sampah tsunami pertama yang mencapai daratan. NOAA memperkirakan, puing-puing akan menghantam pulau Hawaii, Alaska, Kanada dan Pantai Barat AS.

Pemerintah Jepang memperkirakan puing-puing akibat tsunami di lautan mencapai 5 juta ton. Jepang mengatakan, sekitar 70 persen sampah akan tenggelam ke dasar laut, tapi sekitar 30 persen, atau 1,5 juta ton, tetap mengapung dan mengikuti arus. (kd)

• VIVAnews 

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords