Sabtu, 21 Juli 2012

Marak, Penyantap Plasenta Bayi di China


Tradisi memakan plasenta bayi yang baru lahir bermula sejak 2.200 tahun silam di China. Kini kebiasaan itu masih lestari. 

Di internet beredar berbagai resep cara menyiapkan plasenta untuk disantap. Satu situs kesehatan populer menyarankan plasenta dimasak menjadi sup, pangsit, dan bakso. 

Anda juga bisa mencampurnya dengan berbagai pengobatan tradisional China lainnya. Pil berisi ekstrak plasenta beredar bebas di toko obat China. Plasenta diyakini meningkatkan tenaga hidup yang mengalir ke penjuru tubuh.  

"Ini menjadi tonik untuk memperkuat 'qi' dan memperkaya darah," ujar dokter pengobatan tradisional di toko obat Yun Lei Shang, Shanghai, China. 

Ternyata, bukan hanya ibu dari bayi yang memakan plasenta. Bahkan, plasenta bayi jadi rebutan keluarga. 

Seorang ayah bayi baru di Shanghai yang tidak mau disebutkan namanya mengaku saudara-saudaranya berebut plasenta bayinya. Bahkan, mengambil paksa. 

"Istri saya dan saya masih di rumah sakit...dan mereka memakannya," ujar pria itu seperti dilansir dari Inquirer

Permintaan yang tinggi terhadap plasenta membuat pasar gelap di rumah sakit. Pekerja media dan para ibu berjualan plasenta kendati melanggar hukum. 

"Para bidan mengambil uang dan menggunakannya untuk membeli sarapan," ujar sumber kepada suratkabar lokal Xin Kuai. 

Mereka menaruh harga lebih tinggi di wilayah China lain seperti timur kota Jinan. Pemasok menawar setinggi 300 yuan setiap plasenta atau berkisar Rp450.000. 

Menurut Jinan Times, sebagian besar sumber plasenta berasal dari pihak rumah sakit. 

Bulan lalu, bea cukai Korea Selatan mengatakan telah menyingkap beberapa percobaan impor ilegal obat ini. Sebanyak lebih dari 17.000 kapsul mengandung ekstrak daging janin bayi yang telah mati. 

Para pakar mengatakan pil yang dibuat dari plasenta manusia menimbulkan kekhawatiran. Mereka takut perdagangan organ China ini mulai memasuki skala internasional. 

Sementara banyak yang menggemari plasenta, ada juga pihak yang menolak ide itu. Akuntan dari Shanghai, Grace Jiang memilih tidak membawa plasenta setelah melahirkan putranya. 

"Saya tahu itu menyehatkan. Tapi, ide memakan daging manusia itu sangat menjijikan. Saya tidak sanggup melakukannya," ujar Jiang.





VIVAnews

1 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords