Kamis, 18 Agustus 2011

LINGKARAN CAHAYA DI ATAS TANAH MISI, Pemandangan di Atas Papua


Pendeta Anglikan, William Melchoir Gill baru saja selesai makan malam di Boianai di Papua, New Guinea, dan bermaksud berjalan-jalan sesaat di halaman. Ia melihat ke atas bintang Venus yang bersinar terang. Tetapi apakah gerangan sinar yang baru diatas planet it?
Sambil memandang ke atas, ia mengamati benda-benda bercahaya yang menaiki dan menuruni awan, membuat lingkaran-lingkaran cahaya di awan, sewaktu melintas. Kemudian ia mendapatkan sesuatu yang lebih menakjubkan. Bentuk-bentuk yang mirib manusia keluar dari benda yang mengelilingi benda tersebut. Ada dua buah yang keluar, kemudian tiga, empat, mereka melakukan sesuatu diatasnya. Guru-guru, para tenaga medis dan anak-anak berhamburan keluar untuk melihat kegiatan yang aneh tersebut beberapa ratus meter diatas permukaan tanah. Seluruhnya 38 orang melihat sosok-sosok tubuh itu selama 3 jam hingga larut malam.
Pendeta Gill, orangnya tenang, sangat teliti dan saleh. Ia mencatat dengan teliti apa yang terjadi, dan minta tanda tangan dari 25 orang dewasa untuk laporannya. Dan diberinya tanggal 26 Juni 1959.
Kemudian keesokan malamnya, benda-benda asing itu kembali. Seorang gadis penduduk setempat memberitahu pendeta Gill pada jam 18.02 menjelang matahari terbenam. Masih kira-kira 15 menit sinar sore untuk dapat dengan jelas mengamati empat makhuk mengitari kapal yang dapat dikatakan sebagi “induk kapal” itu, sementara dua UFO yang lebih kecil mengambang, sedangkan sebuah diantaranya agak jauh di dekat sebuah bukit.
“Dua sosok itu tampaknya sedangkan mengerjakan sesuatu,” tulis pendeta Gill. ‘Kadang-kadang mereka membungkuk dan mengangkat tangannya seperti sedang memasang atau mengerjakan sesuatu.”
Tatkala salah satu sosok itu melihat ke bawah, pendeta itu melambai-lambaikan tangannya. Seorang penonton melambaikan tangannya diatas kepala. Kedua sosok di pesawat itu pun berbuat serupa. Kemudian keempat-empatnya berada diatas pesawat sambil melambai-lambaikan tangan dengan bersemangat.
Manakala hari telah gelap seorang laki-laki dari misi itu mengambil baterai dan menyorot benda tersebut dengan isyarat Morse. Makhluk-makhluk itu terlihat melambaikan tangan dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Para saksi kini bertambah 12 orang mulai meneriaki pendatang-pendatang itu dan member isyarat agar mendarat. “Setelah 2 atau 3 menit tampaknya mereka tak tertarik lagi pada kami dan masuk ke pesawat,” kata pendeta Gill kemudian.
UFO itu mengembang diatas tanah misi, sedikitnya selama 1 jam, tetapi ketika malam bertambah larut dan berawan, penglihatan jadi terhalang. Pada jam 22.40 terjadi ledakan yang sangat hebat di Boianai dan membangunkan orang-orang yang telah tidur. Mereka melihat keluar tapi tidak melihat apapun di angkasa. Pendeta Gill melaporkan tentang apa yang dilihatnya kepada Atase Udara Australia yang kemudian menghubungi Angkatan Udara Amerika. Tetapi Angkatan Udara tidak memiliki kapal terbang yang dapat mengambang di udara sedemikian dekat sampai dapat dilihat oleh manusia, atau dapat mengambang di udara tanpa bersuara.
Mereka menafsirkan sendiri apa yang telah mereka lihat, katanya adalah ‘bintang dan planet’. Tetapi 15 tahun kemudian seorang pengamat bintang Dr. J. Allen Hynek menulis setelah mengunjungi tempat misi tersebut: “Saya telah menyelidiki bintang dan planet yang muncul menuruni awan sampai ketinggian 700 meter, menyinari awan biasa.”
Pendeta Gill sendiri menulis kepada temannya: “Kemarin malam kami di Boianai mempunyai pengalaman kira-kira 4 jam tentang kegiatan UFO. Tak dapat disangkal lagi bahwa mereka dikendalikan oleh suatu makhluk. Waktu itu benar-benar mendebarkan.”
Pada bulan Juni itu terdengar hampir 60 pemunculan UFO yang berbeda-beda tempat di atas Papua. Mungkin pedagang Ernie Evernett telah memberikan keterangan secara paling baik. Ia melihat benda berwarna kehijau-hijauan yang meninggalkan bekas api putih. “Benda itu mengambang di udara 200 meter di atas saya,” ia melapor. “Sinar itu keluar dari empat atau lima lobang di bawah sebuah ban atau cindin yang mengelilingi pesawat yang bersinar terang. Benda itu berbentuk bola rugby, bulan lonjong.”

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords