Rabu, 25 Januari 2012

Analisa Kesuksesan Apple iPad di Pasar Gloabal




Tahun 2011 menjadi tahun yang begitu sengit untuk persaingan industri PC Tablet di Indonesia. Pasar yang dimotori pertama kali oleh Apple di tahun 2010 dengan diluncurkannya iPad, memiliki penetrasi yang luar biasa besar di seluruh dunia. Tercatat, di tahun pertamanya, Apple sendiri dapat membukukan penjualan sebesar 15 juta unit, sebuah angka yang luar biasa untuk industri yang baru, dan masih akan berkembang jauh lebih besar lagi. Ditambah lagi, di tahun 2011 ini, begitu banyak kompetitor yang masuk ke dalam industri, mulai dari early competitorseperti Samsung Galaxy Tab sampai yang baru muncul, Blackberry Playbook. Samsung sendiri telah membukukan penjualan sampai 2 juta unit di tahun 2010, disusul Motorola Xoom dengan jumlah 500 ribu unit ditempat ketiga untuk penjualan secara global.

Kesuksesan Apple iPad dalam mengisi desire dari konsumen akan sebuah gadget yang dapat mobile selayaknya smartphone (iPhone) tetapi dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selayaknya komputer jinjing (MacBook), menjadikan Apple sebagai perusahaan dengan brand awareness terbaik di Indonesia untuk inovasi pada teknologi. Bahkan majalah Fortune menempatkan Apple sebagai perusahaan paling inovatif di dunia. Menarik untuk melihat, bagaimana Apple dapat membawa kesuksesannya di pasar global agar dapat menguasai market di Indonesia.Penetrasi Apple sendiri untuk pasar Indonesia cenderung lambat. Menguasai global market dengan total penjualan 15 juta unit di tahun 2010, berbanding dengan Samsung Galaxy Tab yang “hanya” 2 juta unit, justru Galaxy Tab di Indonesia diklaim memiliki market share 71%. Berdasarkan data Gfk hingga akhir Maret 2011, market share Galaxy Tab mencapai 71 persen. Artinya, bisa dibilang Samsung sudah menguasai hampir tiga perempat pasar tablet PC di Indonesia,” cetus Eka Anwar, Head of Marketing Samsung Mobile di sela acara peluncuran Galaxy Tab 10.1 di Ritz-Carlton Pacific Place, Jumat (13/5/2011). Fokus Samsung dalam menyasar emerging market menjadikan Indonesia sebagai kontributor kedua terbesar di dunia untuk penjualan galaxy Tab setelah Korea Selatan.

Ada dua hal penting yang dapat kita analisa bagaimana Apple iPad2, yang baru muncul untuk menghadapi kompetitor yang banyak bermunculan, dapat memenangkan persaingan di Indonesia. Yang pertama adalah produknya itu sendiri, bagaimana produk ini dapat memenuhi anxiety dan desire dari konsumen. Yang kedua adalah channel distribution, sejauh mana Apple iPad2 dapat terjangkau oleh masyarakat.

Yang pertama adalah apakah produk Apple dapat memenuhi desire dari konsumen PC Tablet di Indonesia. Konsumen Indonesia membutuhkan gadget yang eksklusif, elegan, gengsi, serta dapat memenuhi lifestyle mereka. Hal ini diungguli oleh Apple dibandingkan dengan pesaing, yang mana Apple merupakan brand global yang premium di top of mind pelanggan. Selanjutnya adalah, apakah gadget Apple dapat memenuhi ekspektasi dan needdari konsumen. Tablet ini sendiri berfungsi sebagai gadget mobile yang dapat memberikan kinerja dasar setara dengan komputer jinjing. Sebagai gadget mobile, Apple iPad jauh mengungguli pesaing dari sisi durabilitas baterai, dimana Apple dapat bertahan non-stop 10-12 jam, sementara Galaxy Tab hanya bertahan 4-6 jam. Pengguna tidak suka me-recharge baterai mobile gadget mereka setiap beberapa jam. Hanya saja, bobot iPad yang cukup berat, yaitu 1 Kg, membuatnya diungguli oleh Galaxy Tab yang memiliki ukuran hanya 7 inch, membuatnya lebih ringan dan ergonomis di beberapa pengguna –tergantung dengan kebutuhan penggunanya. Hanya saja, kekurangan ini sudah dilengkapi oleh iPad2, yang berbobot kurang dari 0.5 kg. Hal lain yang dirasa menjadi pertimbangan besar bagi konsumen adalah ada nya kamera. iPad2, yang telah menghadirkan kamera, masih jauh di bawah Galaxy Tab yang menghadirkan 5MP kamera, sementara Apple hanya 1.8 MP. Steve Jobs berpendapat, kamera bukan menjadi fungsi utama pengguna PC Tablet, karena hanya berfungsi sebagai pelengkap komunikasi seperti video call. Konsumen cenderung menggunakan kamera dari smartphone atau digital camera untuk pengambilan gambar. Hanya saja untuk beberapa konsumen, kamera masih menjadi preference utama dalam mempertimbangkan gadget pilihan. Pertimbangan terakhir adalah kelengkapan aplikasi pendukung. Apple dengan didukung iOS dan AppStore jauh di depan Galaxy Tab yang didukung Android dan GoogleMarket. Apple memiliki lebih dari 250 ribu aplikasi iPhone yang kompatibel pada iPad, ditambah 60 ribu aplikasi yang didesain khusus untuk iPad. Sebagai gadget mobile, yang mendukung penggunanya untuk gaming, edit video, bermain musik, bekerja pada word/power point/spreadsheet, atau hanya untuk sekedar browsing, Apple menjadi pilihan utama bagi konsumen dari sisi aplikasi pendukung, hal yang masih harus banyak dibenahi dari Android. Ditambah lagi Apple sudah meluncurkan penyimpanan data berbasis Cloud System, iCloud, yang memungkinkan pengguna seluruh gadget Apple, mulai dari MacBook, sampai iPod, untuk menyimpan data tanpa harus terhubung ke komputer. Ini menjadikan pengguna dapat mengakses data kapanpun, di manapun, tanpa membawa storage/hard-disk atau komputer. Kapasitas penyimpanan data padagadget bukan lagi merupakan masalah besar. Meskipun demikian, harus diakui, Android yang mengusung OpenSource menjadi ancaman tersendiri bagi Apple di masa depan.

Untuk channel distribusi sendiri, Apple memposisikan sebagai brand premium, yang mana produknya hanya bisa didapat secara resmi melalui Apple Authorized Reseller, di mana pengunjung dapat merasakan shopping experience yang terasa lebih eksklusif dibandingkan dengan di gerai lainnya. Sementara Galaxy Tab memiliki distribusi yang jauh lebih luas. Didukung dengan direct marketing serta advertising yang kuat, ditambah strategi seperti bundling dengan operator, membuat distribusi dan penetrasi pasar Galaxy Tab melebihi Apple iPad1. Apple Store di Indonesia masih belum menjadi pilihan utama bagi konsumen di Indonesia dibandingkan dengan pasar negara negara maju seperti Amerika dan Singapura. Apple perlu melakukan strategi khusus untuk dapat menghadang strategi Samsung, yang memang fokus pada negara negara emerging market seperti Indonesia untuk berkontribusi pada penjualan secara global. Behaviour konsumen dalam berbelanja, bagaimana konsumen Indonesia yang cenderung latah dalam tren, dan juga preference konsumen dalam memilih produk dari mediaadvertising yang mereka akses, harus dapat menjadi pertimbangan Apple secara khusus untuk menguasai market PC Tablet di Indonesia. Kita lihat, apakah Apple iPad2 dapat memenuhi anxiety and desire dari konsumen serta mengulang kesuksesan globalnya di industri PC Tablet di Indonesia?

http://the-marketeers.com

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords