Rabu, 23 Maret 2011

Bali Waspada Radiasi Nuklir Jepang



Penduduk di Prefektur Fukushima, Jepang, menjalani tes radiasi nuklir (AP Photo/Wally Santana)

Sebanyak 167 penumpang dan 14 awak pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 881 dari Osaka Jepang hari ini diperiksa Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebagai antisipasi radiasi nuklir masuk ke Bali.

Bapeten bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Ngurah Rai melakukan screening tersebut untuk mencegah penularan radiasi nuklir yang terjadi di Jepang.

"Pastinya, untuk mencegah supaya tidak terdapat penularan dari paparan radiasi melalui debu yang menempel pada tubuh manusia maupun barang bawaan penumpang," ujar Alfa Gunawan, petugas Bapeten usai memeriksa seluruh penumpang pesawat di Bali, Selasa 22 Maret 2011.

Para penumpang yang tiba sekitar pukul 17.10 Wita tersebut mendapat kesempatan diperiksa petuga Bapeten selama sekitar 30 detik tiap orang, termasuk pada barang bawaan penumpang. Dari keseluruhan pemeriksaan terhadap penumpang diperkirakan memakan waktu sekitar 30 menit.

Dari pintu 7 terminal kedatangan Internasioanl Bandara Ngurah Rai tersebut, seluruh penumpang diperiksa dengan menggunakan MCB atau alat pendeteksi sinar radiasi.

"Fungsi dari MCB untuk menangkap sinar radiasi. Bila sinar tersebut terdeteksi, maka akan dilakukan karantina terhadap penumpang dan kemudian akan diperiksa kembali dengan alat lainnya," ujar Alfa.

Selain memeriksa sejumlah penumpang dari Osaka, Bapeten juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penumpang dari Narita Jepang pada waktu kedatangan berikutnya dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 883 pada sekitar pukul 18.10 Wita.

Mizuuchi Toshio, salah seorang penumpang dari Osaka Jepang mengaku merasa nyaman dengan prosedur pemeriksaan seperti ini. Menurutnya hal tersebut layak dilakukan untuk keamanan bersama.

“Saya pikir ini bagus demi kebaikan kita bersama dan saya merasa nyaman saja. Tapi saya tidak khawatir dengan radiasi tersebut karena memang lokasinya di Jepang barat yang jauh dari tempat tinggal saya," kata Toshio yang sedang transit di Bali dan akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Aulia Mufti (23), salah seorang petugas imigrasi di Jepang yang kembali ke Indonesia. Menurutnya pemeriksaan secara intensif sangat bagus dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Saya kira bagus sekali ada pemeriksaan seperti ini, yang bukan berarti menuduh orang yang dari Jepang tapi justru antisipasi. Sebelum kami berangkat pun, di sana kami diperiksa tapi tidak seperti ini pemeriksaannya," ujarnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan tersebut hingga kini Bapeten tidak menemukan paparan radiasi nuklir yang dibawa oleh para penumpang alias negatif.

Laporan : Peni Widarti | Bali
• VIVAnews

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Archive

 

zoom-mycasebook. Copyright 2009 All Rights Reserved Free Wordpress Themes by Brian Gardner Free Blogger Templates presents HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords